Elemen Sukses Pengembangan
E-Government :
Suksesnya
pengembangan e-government bergantung kepada sejumlah faktor yang dikenal dengan
istilah elemen sukses (Indrajit, 2012; Sadikin, 2011). Elemen-elemen sukses
tersebut merupakan hasil kajian dan riset oleh Harvard JFK School of government
meliputi support (dukungan), Value (nilai) dan Capacity (kemampuan). Ketiga elemen sukses tersebut dapat
dijelaskan sebagai berikut
-Dukungan/Support
Elemen
pertama dan paling krusial yang harus dimiliki oleh pemerintah adalah keinginan
(intent) dari berbagai kalangan pejabat publik dan politik untuk benar-benar
menerapkan konsep e-government, bukan hanya sekedar mengikuti trend. Tanpa
adanya unsur “political will” dari pemerintah, berbagai inisiatif pembangunan
dan pengembangan e-government akan sulit berjalan. Kata support adalah
dukungan. Hal terpenting dalam hal dukungan adalah dukungan unsur pimpinan.
Pimpinan harus memiliki political will (keinginan politis)untuk mengembangkan
e-government, karena hal ini akan menyangkut seluruh proses dari e-government.
Artinya, pemimpin tidak saja harus pintar dalam hal penyusunan konsep, tetapi
harus juga menjadi motivator ulung pada fase pelaksanaannya (action). Tanpa
adanya unsur political will, mustahil berbagai inisiatif pembangunan dan
pengembangan e-government dapat berjalan dengan mulus.
Model Penyampaian E-Government
E-government, serupa dengan e-commerce yang memungkinkan dunia
usaha melakukan transaksasi satu sama lain (B2B) dan membawa para pelanggan
semakin dekat dengan pengusaha (B2C), ditujukan untuk memungkinkan terjadinya
interaksi di antara pemerintah dan warganya (G2C), pemerintah dengan dunia
usaha (G2B), dengan sesama institusi pemerintah (G2G) lebih ramah,
menyenangkan, transparan dan murah. Analogi
di atas mengingatkan bahwa keuntungan atau manfaat e-government akan
berkelanjutan tergantung dengan penyadaran terhadap kemajuan teknikal dalam
e-business dalam konteks yang lebih luas. E-business dikaitkan dengan sebuah
definisi yang lebih luas tentang e-commerce, tidak hanya sekedar pembelian atau
penjualan tetapi juga pelayanan pelanggan dan berkolaborasi dengan sesama
pengusaha, dan menjalankan transaksi-transaksi elektronik dalam entitas
keorganisasian.
Jenis-jenis Rekanan E-Government
Sedikitnya ada delapan jenis e-government yang dapat membawa
keuntungan atau manfaat kepada pemerintah, penduduk, dunia usaha, pegawai dan
LSM serta lembaga sosial dan politik. Kedelapan jenis e-government tersebut
adalah:
1.Pemerintah-penduduk (Government-to-Citizen, G2C)
Jenis penyampaian e-government ini menyediakan momentum untuk
meletakkan layanan publik online, terutama melalui penyampaian layanan
elektronik untuk menawarkan informasi dan komunikasi;
2.Penduduk-pemerintah
(Citizen-to-Government, C2G)
Jenis ini menyediakan momentum untuk meletakkan pelayanan publik
online, terutama melalui penyampaian layanan elektronik untuk pertukaran
informasi dan komunikasi.
3.Pemerintah-bisnis
(Government-to-Business, G2B)
Secara aktif memandu inisiatif E-transactions seperti e-procurement
dan pengembangan suatu pasar elestronik untuk pemebelian oleh pemerintah; dan
melaksanakan tender melalui elektronik untuk pertukaran informasi dan komoditi;
4.Bisnis-Pemerintah
(Business -to-Government, B2G)
Secara aktif memandu inisiatif E-transactions seperti
e-procurement dan pengembangan pasar untuk pembelian oleh pemerintah,dan
melaksanakan procurement tenders melalui cara-cara elektronik untuk penjualan
barang dan jasa;
5.Pemerintah-Pegawai
(Government-to-Employee, G2E)
Mengkhususkan
kepada pelayanan yang memberikan fasilitas untuk pengelolaan pegawai negeri dan
komunikasi internal dengan pegawai pemerintah dalam rangka membuat aplikasi
e-career dan sistem tanpa kertas di dalam e-office.
6.Government-to-Government
(G2G)
Menyediakan kerjasama dan komunikasi online bagi departemen
pemerintah atau agen-agen pemerintah yang didasarkan pada dapur data pemerintah
yang besar sehinmgga mempunyai dampak terhadap efisiensi dan efektivitas. Jenis
ini juga meliputi pertukaran internal dalam infornmasi dan komoditi.
7.Pemerintah-Lembaga
nir-laba ( Government-to-Nonprofit, G2N).
Pemerintah menyediakan informasui dan komunikasi kepada organisasi
nir-laba, organisasi-organisasi sosial, partai politik, legislatif dll. .
8.Lembaga
nir-laba-pemerintah (Nonprofit-to-Government, N2G)
Pertukaran informasi dan komunikasi antara pemerintah dan
organisasi nir-laba, partai politik dan organisasi kemasyarakatan, legislatif
dan sebagainya.
Dari kesemua kategori e-government di atas, menurut Fang (2002)
dapat diringkaskan kembali bahwa inisiatif e-government harus memfokuskan
kepada lima hubungan pelanggan kepada pemerintah.
a. Penduduk-Pemerintah
(Citizen-to-Government),
b. Bisnis-Pemerintah
(Business-to-Government),
c. Pemerintah-Lembaga nir-laba
(Government-to-Nonprofit),
d. Pemerintah-Pemerintah
(Government-to-Government), and
Pemerintah-Pegawai
(Government-to-Employee)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar